Widget HTML Atas

Hanya Lakukan Satu Hal Ini, Kamu Akan Menjadi Penulis yang Produktif Selamanya

Working in the office design Free Vector

Banyak penulis yang berhenti menulis lantaran mereka hanya mengandalkan keahlian, kecerdasan berpikir, dan kehebatan mempengaruhi pikiran pembaca. Apakah ketiga hal itu salah? 

TIDAK! Bahkan itu sangat luar biasa, namun sangat heran apabila ada seorang penulis yang memiliki ketiga hal tersebut, malah berhenti menulis. 

Bagaimana mungkin seorang penulis dengan keahlian mencoretkan pena dengan sangat deras, kecerdasan membuat alur cerita yang membuat pembaca seakan ikut merasakan, dan kehebatannya mempengaruhi pikiran pembaca seakan mereka terhipnotis lalu melakukan apa yang diinginkan oleh sang penulis, bisa berhenti menulis begitu saja?

Ada asap pasti ada api, segala sesuatu yang terjadi pasti ada sebabnya. Begitu juga dengan mereka yang memutuskan untuk berhenti sebagai seorang penulis. Apa sebabnya? 

KEHABISAN WAKTU


Alasan pertama ini sering sekali menjadi jawaban yang paling ampuh saat seseorang ditanya 'Mengapa kamu berhenti menulis?'. Dia akan menjawab 'Aku tidak punya waktu', 'Aku sibuk kerja', 'Aku sibuk mengurusi anak, proyek dan masih banyak lagi alasan lainnya. Namun tetap pada satu inti yaitu 'Tidak ada waktu'

Baiklah, lumrah jika seseorang menjadikan menulis hanya sebagai hobi. Namun jika diawal tekadnya memang ingin menjadi penulis, maka alasan tersebut sungguh tidak masuk akal.

Kenapa tidak masuk akal? Coba kita mengingat orang-orang terdahulu yang sangat jauh berbeda keadaan mereka dengan kita. Lihat cara mereka membagi waktu untuk menulis:

Ar-Rabi’ bin Sulaiman bercerita, “Imam Syafi’i membagi waktu malamnya menjadi tiga: sepertiga malam pertama untuk menulis, sepertiga malam kedua untuk shalat (malam) dan sepertiga malam terakhir untuk tidur.”

KH Bisri Mustofa (ayah Gus Mus) mengarang sambil temui tamu. Prof Hasbi Asshhiddiqi, habis subuh sampai pukul 7 pagi full di depan mesin ketik. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, banyak menghasilkan karya tulisnya ketika dalam penjara. 

Imam An Nawawi adalah teladan dalam belajar, baik saat siang dan malam hari. Waktu tidurnya hanya ketika beliau sudah tidak kuat menahan kantuk. Hari-harinya habis dengan aktifitas belajar, mengajar, menulis, mengkaji, menganalisa, dan berdiskusi dengan para guru beliau.

Hampir seluruh ulama terdahulu menghabiskan waktu mereka untuk belajar, menulis, mengkaji, belajar lagi, menulis lagi, begitu seterusnya. Sampai dikatakan bahwa mereka pun bekerja. 

Ada yang berdagang, ada yang meneliti, ada yang menjadi tabib, ada yang pelajar, ada yang menjadi guru, tapi hebatnya di sela-sela waktu bekerja, mereka menulis, ada waktu kosong sedikit saja mereka gunakan untuk menulis. 

Itulah rahasia mengapa banyak orang-orang terdahulu menjadi sangat produktif hingga menghasilkan karya tulis yang fenomenal, tidak sekadar terkenal pada masa itu, namun juga akan abadi sampai hari kiamat.

Bukankah mereka terlihat lebih sederhana ketimbang kita sekarang? Menulis hanya mengandalkan bulu ayam sebagai pena, tinta, belum ada listrik, lampu, komputer bahkan laptop. 

Sementara kita sudah diberikan kenikmatan kecanggihan teknologi yang tidak akan ada habisnya, nikmat mana lagi yang kau dustakan sehingga 'tidak ada waktu' dan 'kesibukan' menjadi alasan untuk tidak bahkan berhenti menulis.

Jangan sampai kita kalah dengan mereka, seharusnya semangat kita melebihi semangat mereka, setidaknya dengan mengikuti kebiasaan hebat mereka menyempatkan waktu untuk menulis di sela-sela pekerjaan, akan menjadikan kita penulis yang produktif selamanya

Hingga akhirnya kita melahirkan karya-karya yang terkenal, dibaca dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang meskipun nanti jasad tak lagi dikandung badan.

Allah SWT berfirman yang artinya, “Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” (QS al-Insyirah [94]: 7). 

Semangat, Salam Literasi

Furqon Adzarqowi

Founder Lingkar Penulis

2 comments for "Hanya Lakukan Satu Hal Ini, Kamu Akan Menjadi Penulis yang Produktif Selamanya"

  1. Replies
    1. Amiin terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel kami kak, semoga bermanfaat

      Delete

Post a Comment

close