Widget HTML Atas

Alasan Terbesar yang Membuat Kamu Gagal Menjadi Seorang Penulis

Tired employee exhausted with work Free Vector

Penulis yang gagal? Sepertinya tidak ada penulis yang gagal, gagal disini bukan karena sering ditolak penerbit, tulisan yang amburadul, berhenti saat sudah separuh cerita, dan kehabisan ide.

Tapi gagal disini diartikan sebagai meng-GAGAL-kan diri sebagai seorang penulis. Ya, masalah sebenarnya seringkali ada pada diri penulis itu masing-masing. 

Bukan keinginan dirinya sendiri yang meng-GAGAL-kan diri, namun lantaran banyak faktor yang membuatnya harus gagal menjadi seorang penulis.

Waah, ini yang jarang disadari oleh banyak penulis. Karena mereka menyangka bahwa kegagalan terbesar mereka menulis adalah pada aspek yang saya sebutkan di atas tadi. 

Hal itu bukan gagal namanya, penulis sehebat JK. Rowling pun berkali-kali naskahnya ditolak penerbit, namun ia tidak menyerah hingga akhirnya menjadi penulis paling dikenal di seluruh dunia.

Sehebat Raditya Dika pun semua yang ditulisnya selalu jelek di awal, bahkan tidak hanya Raditya Dika, semua penulis selalu ada salah dalam tulisannya, namun mereka selalu merevisi, memperbaiki terus menerus hingga maksimal.

Tidak ada penulis yang tidak pernah stuck saat menulis, kehabisan ide itu lumrah. Jika semisal penulis tidak menulis lagi setelah mengalami beberapa masalah itu, tidak bisa disebut sebagai penulis yang gagal. Mereka hanya berhenti menulis.

Sementara penulis yang meng-GAGAL-kan diri itu adalah mereka yang:

MALAS


Ini menjadi salah satu masalah TERBESAR dan paling sering dialami oleh semua orang yang katanya cita-citanya ingin menjadi penulis yang terkenal dan tulisannya best seller. 

Tapi action nya masih setengah-setengah. Kadang menulis, kadang ogah. Padahal sebenarnya dia sudah tahu bahwa malas itu tidak baik, tapi masih saja tidak bisa melawannya, malah semakin terlena dengan kemalasannya.

Pandemi covid-19 yang membuat semua orang harus di dalam rumah, alasan apalagi yang membuat seseorang tidak produktif menulis? 

Menulis tidak harus berlembar-lembar, menulis satu paragraf pun tak jadi masalah, asalkan kontinu yaitu berkesinambungan, dilakukan secara terus menerus.

Jika sifat ini masih ada di dalam dirimu wahai kaum rebahan, maka secara tidak sadar kamu telah meng-GAGAL-kan diri sendiri menjadi seorang penulis. Semua penulis manapun selalu memberitahu kepada semua orang yang ingin menulis, bahwa malas adalah musuh besar seorang penulis. 

Maka harus dilawan, bagaimana cara melawannya? 

- Ingat cita-cita besarmu, ingin menjadi penulis besar bukan? Orang-orang yang membenci hobi menulismu akan semakin menghina dirimu, kamu akan dibilang 'omong kosong' karena rasa malasmu masih ada dan kamu nggak bisa membuktikan kepada siapapun bahwa kamu adalah penulis.

- Saat kamu malas, sediakan waktu menulismu sendiri. Misal, 30 menit setelah bangun tidur atau 30 menit saat jam istirahat kerja, atau pokonya sediakan 30 menit untuk menulis dalam sehari. Maka itu sudah cukup menjadikanmu sebagai penulis yang produktif, jika kamu sudah merasa mampu 30 menit tambah menjadi 1 jam, jika sudah mampu 1 jam tambah menjadi 1 setengah jam, begitu seterusnya.

- Ingat pepatah mengatakan 'Jangan menunda pekerjaanmu sampai hari esok, jika kamu bisa melakukannya hari ini'. Jika kamu punya waktu kosong, segera luangkan waktu kosongmu tersebut untuk menulis. Jika kamu sudah dapat ide yang bagus untuk tulisanmu, jangan buang-buang waktu, tulis saat itu juga. 

Itulah beberapa cara melawan rasa malas, jika kamu merasa tidak ada perubahan dan masih saja malas mempraktikkan ketiganya, maka intropeksi dirimu! 

Bila perlu datangi seorang ustadz untuk meminta ruqyah, karena malas adalah penyakit yang disukai setan. Ups, setan tidak pernah malas menggoda manusia, masa iya kamu kalah sama setan? hehehe

Dan jangan lupa banyak-banyak berdoa:

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)

2 comments for "Alasan Terbesar yang Membuat Kamu Gagal Menjadi Seorang Penulis"

Post a Comment

close