Widget HTML Atas

2 Hal yang Lebih Sulit Daripada Menulis, Sadari Mulai Sekarang Sebelum Menyesal


Blogging concept illustration Free Vector
Media Penyebar Manfaat | Perlu teman-teman ketahui bersama, sebentar lagi kalian akan memulai sebagai seorang penulis atau kalian sudah memulai untuk menjadi seorang penulis?

Menulis itu sulit? Ya, tergantung kepada siapa kita bertanya. Apabila kita bertanya kepada Tere Liye, tentu saja menulis baginya sangatlah mudah (baca: dalam tanda kutip)

Namun bila kita bertanya kepada seseorang yang baru saja mulai menulis atau bahkan diri kita sendiri (baca: saya), maka menulis adalah hal yang sulit.

Bagaimana tidak sulit, untuk memulai kalimat pertama yang menarik saja kita harus berpikir berjam-jam agar terlihat menarik atau lebih banyak berhenti di tengah perjalanan menulis lantaran ide buntu, bukan? Pernah mengalaminya? 

Namun tahukah kalian bahwa ada dua hal yang lebih sulit daripada sekedar menulis saja. Ini harus kalian sadari mulai dari sekarang. Dua hal tersebut adalah:

1. TEKAD



Ya, tekad. Tekad yang kuat menjadi hal yang penting untuk menjadi seorang penulis. Perlu kita ketahui, bahwa TEKAD itu mengalahkan semuanya merelakan semuanya. 

Mengalahkan apa?

Mengalahkan rasa malas

Mengalahkan rasa takut dicibir orang

Mengalahkan rasa takut dibilang tulisannya jelek

Tekad merelakan apa?

Merelakan waktu

Merelakan tenaga

Merelakan waktu dan tenaga untuk menulis

Kapan kita merelakan waktu dan tenaga untuk menulis?

Di saat orang lain sedang sibuk dengan pekerjaan mereka yang sia-sia, kita rela menyisihkan waktu dan tenaga buat menulis

Di saat orang lain sedang beristirahat pada jam istirahat kerja, sekolah maupun yang lainnnya, kita rela untuk mengambil waktu istirahat hanya 10 menit, sisanya kita sisihkan untuk menulis

Di saat orang lain terlelap tidur, kita rela waktu tidur kita terkurangi hanya untuk menulis

Sudah mampu untuk melakukannya?

Itulah yang dinamakan TEKAD menjadi seorang penulis

Kesuksesan seorang penulis terdahulu yang karyanya abadi sampai sekarang, tidak terlepas dari tekad mereka untuk mengalahkan rasa malas, rasa takut, dan menyisihkan waktu juga tenaga

Bahkan dikatakan ada seorang yang semasa hidupnya sama sekali tidak menikah 

Kenapa?

Karena sibuk sehari semalam menulis

Tentu beliau bukan melanggar ketentuan agama, sengaja tidak menikah ya

Namun beliau lebih memilih untuk menyampaikan ilmu yang beliau dapat dan pelajari selama hidupnya, untuk keberlangsungan pendidikan umat sepeninggalan beliau nanti

Hebat bukan?

Coba mulai dari sekarang, munculkan TEKAD kalian dan dibarengi dengan realisasinya

2. NIAT yang IKHLAS




Ini sering terjadi kepada para penulis. Sah-sah saja niat kita menulis untuk menjadi terkenal. Untuk menjadi hebat. Untuk mendapatkan uang.

Namun semua itu hanya sementara. Ya, sementara 

Karena semua keinginan itu akan hilang, saat pendukung dan motivasi kalian hilang

Saat menulis ingin dapat uang, semangat.

Namun saat tidak dapat uang, semangat menulisnya hilang

Saat menulis ingin dapat pujian, semangat bangeet

Saat pujian itu hilang, menulisnya juga hilang

Ya, begitulah kehidupan kita di dunia, dunia saja sudah fana, apalagi isinya hehe

Namun saat kita menulis dengan ikhlas

Niat ingin menyampaikan ilmu yang sudah didapat.

Niat ingin memberikan inspirasi dan motivasi kepada orang lain. 

Niat agar orang lain mengambil pelajaran dan hikmah dari apa yang sudah kita alami selama hidup ini

Niat agar orang lain tergerak mengikuti dari apa yang kita tulis

Maka saat kita menulis dengan niat yang baik

Maka lihatlah

Tanpa kalian minta, tanpa kalian cari

Rezeki akan datang dengan sendirinya

Pujian itu akan datang dengan sendirinya

Diri kalian dikenal itu akan datang dengan sendirinya

Dan pada akhirnya, kalian menikmati buah manis hasil perjuangan kalian, hasil keikhlasan kalian 

Jadi, TEKAD & NIAT YANG IKHLAS harus ada dalam setiap diri seorang penulis.

Setiap apa yang kita jalani pasti ada resikonya, dan resiko yang kita dapat saat memiliki tekad yang kuat dan niat yang ikhlas adalah keberhasilan kita menjadi seorang penulis kedepannya.

Ayo, mulai dari sekarang! Kalau tidak sekarang, kapan lagi.

Salam Literasi

Furqon Adzarqowi

Founder Lingkar Penulis

5 comments for "2 Hal yang Lebih Sulit Daripada Menulis, Sadari Mulai Sekarang Sebelum Menyesal"

  1. ka bagaimana belajar niat dan ikhlas dalam menulis?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulis apa yang ingin disampaikan kak, tulis saja tanpa mengharapkan apa-apa, hanya berharap agar tulisan kita bisa bermanfaat, menginspirasi semua orang.

      Delete

Post a Comment

close